Minggu, 22 Desember 2013

Tanya Jawab 19




Tanya Jawab

Umat Bertanya :

Apakah orang yang belum tercerahkan boleh membuat terjemahan? Misalnya dari Bahasa Mandarin ke Bahasa Inggris.

Master Chin Kung Menjawab :

Untuk pekerjaan terjemahan, orang yang belum mencapai pencerahan juga boleh melakukannya. Dua ribu tahun yang lalu, Buddha Dharma masuk ke wilayah Tiongkok, dari Bahasa Sansekerta diterjemahkan ke dalam Bahasa Mandarin, para penerjemahnya berjumlah amat banyak, bukan hanya satu orang. “Aula Penerjemah” adalah tempat di mana pekerjaan menerjemahkan dilakukan. Aula Penerjemah milik Kumarajiva ada lebih dari 400 orang penerjemah, sedangkan Aula Penerjemah milik Tripitaka Master Hsuan Tsang ada lebih dari 600 orang penerjemah. Begitu banyak orang di sana, apakah mereka semuanya telah mencapai pencerahan? Tidak mungkin, diantara semuanya mungkin hanya ada satu atau dua saja yang telah tercerahkan, orang yang telah mencapai pencerahan itu menjadi verifikasi bagi mereka.                               

Umpamanya, “Sutra Hati” adalah hasil terjemahan Master Hsuan Tsang, ini menggunakan namanya, sesungguhnya pekerjaan menerjemahkan bukan hanya dilakukan oleh dia seorang saja. Dengan menggunakan namanya, maka dia harus bertanggungjawab; yakni setelah selesai diterjemahkan, harus melalui pengesahannya, dia telah menyetujuinya, dengan menggunakan namanya untuk disebarluaskan. Setiap nama penerjemah yang tercantum pada hasil terjemahan sutra, berarti orang ini harus bertanggungjawab pada hasil terjemahan sutra tersebut. Maka itu, penerjemah yang belum tercerahkan juga boleh ambil bagian dalam pekerjaan ini. Andaikata harus mencapai pencerahan terlebih dulu baru boleh menerjemahkan, maka Buddha Dharma sejak awal telah musnah.

Bukan hanya menerjemahkan, dalam bidang berceramah juga sedemikian. Pada jaman dulu orang yang belum mencapai pencerahan tidak mampu untuk berceramah, juga tidak berani naik ke podium. Jika sekarang ini kita menggunakan ukuran tersebut maka takkan ada lagi yang berceramah. Ketika saya masih belum menjadi Bhiksu, saya menjadi murid di kelas Dharma Upasaka Li Bing-nan, jumlah muridnya ada sekitar lebih dari 20 orang. Diantara 20 orang ini, yang pernah mengecap pendidikan di sekolah tinggi hanya satu orang saja, SMU hanya ada 2 atau 3 orang saja, SMP ada sekitar 7-8 orang, dan SD ada sekitar belasan orang. Setelah dibimbing Upasaka Li Bingnan, semuanya jadi mampu berceramah, bahkan berceramah di seluruh pelosok Taiwan.

Guru Li mengajarkan pada kami satu prinsip, sebelum mencapai pencerahan, tidak boleh berceramah menurut pengertian sendiri, jika dengan pengertian sendiri memberikan ceramah, maka bila terjadi kesalahan harus menanggung hukum karma. Pepatah dulu mengatakan “Salah menyampaikan satu aksara, jatuh ke tubuh serigala selama 500 tahun”, maka itu kita tidak boleh tidak mawas diri.

Guru Li mengajarkan kami untuk menceramahkan penjelasan saja, penjelasan yang ditulis oleh para praktisi terdahulu kebanyakkan berupa bahasa mandarin klasik, kita menggunakan bahasa modern untuk menerjemahkannya. Kita menulis catatan, keseluruhannya didasarkan pada penjelasan dari para terdahulu dan dituangkan dalam bahasa masa kini; andaikata ada yang salah, maka para terdahulu yang bertanggungjawab, sedangkan kita tidak menanggungnya. 

Dengan menggunakan cara ini, maka itu kita bukan belajar menceramahkan sutra, tetapi belajar menceramahkan penjelasannya. Jika bertemu dengan penjelasan yang amat dalam, kami tidak mampu memahaminya, Guru Li mengajarkan pada kami sebuah cara yang menakjubkan : jika tidak mengerti maka jangan diceramahkan. Tidak menceramahkan satu bagian tersebut adalah karena kurang jelas memahaminya, bukan salah menjelaskannya. Kami mematuhi prinsip ini, di atas podium kami melatih setiap harinya.

Asalkan maksud dan tujuan kita adalah tulus, tidak untuk kepentingan diri sendiri, bukan demi ketenaran dan keuntungan, takkan ada lobha, dosa, moha dan keangkuhan, dengan demikian barulah kemajuan akan diperoleh, setiap tahun akan bertambah maju; dengan kemajuan maka akan ada pencerahan kecil, lama kelamaan pencerahan kecil yang terakumulasi akan menjadi pencerahan besar. Maka itu sekarang ketika kami membuka gulungan sutra, tidak perlu membaca penjelasan para terdahulu, kami sudah sanggup memahaminya, juga dapat melihat banyak makna yang tersirat di dalamnya, ini adalah kemajuan yang terus berkembang, juga tiada henti memperoleh pemberkatan dari para Buddha dan Bodhisattva.

Guru Li memberi sebuah kalimat padaku yakni “dengan ketulusan sepenuhnya akan mengundang datangnya mujizat”, kalimat ini adalah kunci. Bila ingin belajar berceramah maka harus menguasai Dharma duniawi (pengetahuan umum) dan Dharma non duniawi (Buddha Dharma). Hal ini tentunya bukan mudah, Guru Li mengajariku untuk menggunakan hati yang paling tulus untuk mengundang datangnya mujizat. Jika anda tidak memiliki ketulusan maka takkan memperoleh mujizat. Tentu saja bila ada yang bersedia keluar berceramah maka kami tak perlu lagi berceramah; karena tidak ada yang berceramah barulah kami membangkitkan niat untuk keluar memberikan ceramah, dengan terpaksa menanggung beban berat ini. Sudah 41 tahun ( jika dihitung tahun 2013 berarti telah 55 tahun berceramah --- red) saya berada di atas podium, rata-rata perhari berceramah 2 jam, barulah ada sedikit kemajuan, dapat menyediakan referensi belajar bagi anda semuanya.





問:請問一個沒有開悟的人,能做翻譯工作嗎?譬如,從中文翻成英文。

答:做翻譯工作,不開悟也行。過去兩千年來,佛法傳入中國,從梵文翻成中文,翻譯的人很多,不是一個人。「譯場」,就是翻譯工作的機構。鳩摩羅什大師的譯場有四百多人,玄奘大師的譯場有六百多人,都是有編制的。這麼多人是不是都開悟了?不可能,其中可能只有一、兩位開悟,開悟的人是做他們的印證。

譬如,《心經》是唐三藏法師玄奘譯,這是用他的名字,其實翻譯工作並不是他自己做的。用他的名字,他要負責任;也就是翻出來之後,一定要經過他審定,他同意了,用他的名字來發布。每一部經翻譯的名題,就是這個人對這部經的翻譯要負責任。因此,沒有開悟也可以參加這個工作。如果要開悟之後才能翻譯,那佛法早就滅絕了。

不僅是翻譯,講經也是如此。古時候講經,不開悟的沒有能力講經,也不敢上台講經。如果用這個標準,現在也沒人講經了。我早年還沒有出家時,參加李炳南老居士的經學班,裡面的學生有二十幾個人。這二十幾個人當中,念過大學的只有一個人,高中的有兩、三個人,初中的有七、八個人,小學的有十幾個人。經過李炳南老居士訓練之後,個個都會講經,而且在全台灣各個地方講經。

李老師教給我們一個原則,沒有開悟不可以自己隨便講,如果用自己的意思來講,講錯了要背因果。古人所講「錯下一字轉語,墮五百世野狐身」,不能不謹慎。李老師教我們講註解,古人的註解多半是文言文,我們用白話文翻譯出來。我們寫講稿,完全依照古人的註解寫成白話文;如果講錯了,古人負責任,我們不負責任。用這個辦法,所以我們不是學講經,是學講註。如果遇到註解很深,我們看不懂的地方,李老師教我們一個妙法:看不懂的不講。不講是這個地方沒有講清楚,不是講錯。我們謹守這個原則,在講台上天天練。

只要誠心誠意,沒有私心,絕不搞名聞利養,絕對不搞貪瞋痴慢,確實會有進步,年年都有進步;進步一定有小悟,小悟就變成大悟。於是我們今天展開經卷,不必看古人的註解,我們有能力看得懂,也看出它有很多的意思,這就是不斷在求進步,也不斷得到諸佛菩薩冥冥當中的加持。

李老師當時送我「至誠感通」四個字,這四個字是關鍵。要學講經,必須要通世出世間法。通世出世間法絕對不是一件容易的事,李老師教我唯一的方法是用真誠心求感應。你沒有真誠,就得不到感應。當然如果有人出來講經說法,我們就不講了;沒有人講,這才發心出來,勉強擔負起這個重擔。我在講台上講經有四十一年,平均每天至少講兩個小時,才有這麼一點小成就,可以提供給大家做參考。21-90-27