Minggu, 06 April 2014

Permasalahan Melatih Diri 03




Tanya Jawab Seputar Permasalahan Melatih Diri 03

Pertanyaan :

Dalam tahapan melatih diri muncul rintangan, contohnya gangguan dari lingkungan sekitar, didera penyakit yang diderita dan sebagainya, bagaimana cara bertobat atas karma buruk masa lampau ini?

Master Chin Kung Menjawab :

Cara untuk mengeliminasi rintangan karma adalah dengan bertobat. Bodhisattva Samantabhadra mengajari kita sepuluh tekad, tekad yang ke-4 adalah “bertobat atas rintangan karma (karmavarana)”, sesungguhnya sepuluh tekad Bodhisattva Samantabhadra, sembilan diantaranya adalah cara untuk bertobat dan mengeliminasi rintangan karma. Sepuluh tekad adalah sungguh menakjubkan, setiap butir berkaitan dengan 9 butir lainnya, ini seperti yang dikupas di dalam Avatamsaka Sutra yakni “satu adalah semua, semua adalah satu”. Kami sangat menitikberatkan pada bertobat dan mengeliminasi rintangan karma sendiri, darimana harus memulainya? Dari menghormati, memuji dan memberi persembahan.

Rintangan karma sendiri tetap harus dieliminasi, jika tidak tahu rintangan karma (karmavarana) itu adalah apa, maka pertobatan takkan ada efeknya. Akar dari rintangan karma adalah kemelekatan pada keakuan, pandangan yang  menganggap bahwa tubuh adalah aku, sutra dan sastra aliran Vijñānavāda yang menyebutnya sebagai Manas Vijnana (kesadaran ketujuh), empat kategori besar noda pikiran selalu mengikuti, ini adalah akar dari karma buruk.

Kesadaran ketujuh disebut pikiran yang tercemar, ini adalah sumber dari rintangan karma. Sutra Intan mengajari para Bodhisattva harus melenyapkan “anggapan adanya aku, manusia, makhluk hidup dan kehidupan”,  maka ini adalah menghapus rintangan karma. Jika kesadaran ketujuh mulai beraksi maka akan timbul keangkuhan, pandangan saya, kesukaan saya, kesombongan juga segera ikut bermunculan. Maka itu, ketamakan, kebencian, kebodohan, keangkuhan, kecurigaan, pandangan salah, enam akar kekotoran batin dasar  (mula klesa) ini adalah rintangan karma kita.

“Menghormati  para Buddha” adalah melatih menghormati semua makhluk, menghapus keangkuhan kita; “memuji para Tathagata” adalah untuk mengatasi rasa iri hati kita; “memberi persembahan” adalah untuk mengatasi keserakahan kita.

Maka itu Catvari-samgraha-vastuni (Dharma Empat Penuntun), Enam Paramita, Sepuluh Tekad Bodhisattva Samantabhadra adalah cara untuk mengeliminasi rintangan karma. Bertobat adalah pelajaran wajib dalam melatih diri, harus serius mengamalkannya, barulah rintangan karma buruk dapat tereliminasi sampai tuntas.

Maka itu, harus memahami bahwa Ajaran Buddha memberikan cara tertentu untuk mengatasi masing-masing rintangan karma yang berbeda, ada yang mengatasinya dari akarnya juga ada yang dari rantingnya, jika dapat mengatasi masalah dari akarnya, tentunya hasilnya lebih sempurna.

Contohnya lingkungan sekitar yang tidak mendukung, orang jahat datang mengganggu, sesaat kita tidak memiliki kebijaksanaan dan kebajikan sehingga tidak sanggup mempengaruhinya, bagaimana? Menjauh darinya. Ini adalah melakukannya dari rantingnya, saya memisahkan diri dari lingkungan ini, dan pergi mencari lingkungan melatih diri yang lebih sesuai.

Memilih sebuah lingkungan baru, hanyalah untuk mengurangi sedikit kerisauan, sehingga bisa lebih tekun, atau melatih diri dari akarnya, tidak bisa setiap hal harus melarikan diri dari kenyataan, ini barulah benar-benar melatih diri.

Jika selalu menjauh dari kenyataan, maka ini tidak bisa benar-benar melatih diri, rintangan karma tidak bisa tereliminasi. Karena rintangan karma senantiasa mengikutimu dalam roda samsara, kelahiran ini bisa mengelak, tetapi kehidupan mendatang tidak bisa lagi mengelak, tetap akan ketemu lagi.

Maka itu, harus membina moralitas diri, menyempurnakan kebijaksanaan yang sesungguhnya, barulah dapat menyelesaikan masalah.




問:修學過程中出現障礙,如環境的逆緣干擾、身心的疾病苦痛等,請問此等宿業如何懺悔?

答:根本解決障礙的辦法是懺除業障。普賢菩薩教導我們十大願王的第四條,就是「懺悔業障」,其實十大願王其他九條都是懺除的方法。十願是非常微妙的,每一願都含攝其他九願,這是《華嚴經》講的「一即一切,一切即一」。我們特別重視懺除自己的業障,從哪裡做起?從禮敬、讚歎、供養做起。

自己的業障總得要曉得,如果不知道業障是什麼,懺悔不能得力。業障的根本就是我執、我見,唯識經論裡面講的末那識,四大煩惱常相隨,這是業障的根本。第七意識是染污意,它是業障的根源。《金剛經》教導菩薩一定要破「我相、人相、眾生相、壽者相」,就是破業障。意識起了作用,貢高我慢、我見、我愛、我慢都跟著來了。所以,貪、瞋、痴、慢、疑、惡見這六個根本煩惱,就是我們的業障。

「禮敬諸佛」是對一切眾生修禮敬,破除我們的傲慢;「稱讚如來」是對治我們的嫉妒心;「廣修供養」是對治我們的貪欲。所以,四攝、六度、十大願王就是消除業障的方法。懺悔業障具體的修學條目,我們要認真去修學,業障才能懺除乾淨。所以,要曉得佛教給我們哪一個方法是對治哪一種業障,有根本當然也有枝末,能夠本末兼治,收的效果更殊勝。

  譬如環境裡的逆緣、惡人干擾,我們一時沒有智慧德能不能感化他,怎麼辦?離遠一點。這是從枝末去做,我離開這個環境,另外去找一個修學環境。選擇另一個環境,只是減少一些干擾,讓自己好用功,還是要在根本上修,不能事事逃避,這才是真正修行。如果一昧的逃避,自己不能真修,業障就無法消除。因為業障生生世世跟著你,這一生能躲過,來生躲不過,還是會遇到。所以,一定要修養自己的德行,成就自己的真實智慧,才能解決問題。21-090-0082