Senin, 17 Februari 2014

Tanya Jawab 94



Tanya Jawab

Pertanyaan :

Kami menggunakan cara berceramah untuk memberi manfaat bagi diri sendiri dan orang lain. Andaikata kami dapat mengikuti anda belajar dalam jangka waktu lama, tentu saja akan cepat berhasil dan sempurna. Tetapi saat kini kami memiliki kesulitan, misalnya seorang Bhiksu yang melatih diri di dalam Sangha viharanya, pertama-tama harus memberi layanan pada umat, lagipula kami tidak bisa bebas menentukan pilihan, ini juga sesuai dengan semangat melatih diri yakni menekan keakuan sampai serendah mungkin. Mohon bimbingannya.  


Master Chin Kung Menjawab :

Jika setiap hari dari pagi sampai malam berada di samping guru, walaupun seumur hidup mengikutinya, tetapi yang gagal juga banyak. Ketika Buddha Sakyamuni membabarkan Dharma di dunia, contoh ini sangat banyak. Bagaimana cara untuk berhasil? Praktisi yang sepenuhnya mengamalkan sesuai dengan yang tertera dalam ajaran sutra yang akan berhasil, jadi bukan karena selalu berada bersama guru baru bisa berhasil.

Bagaimana cara Guru Li mengajari kami belajar berceramah? Yakni dengan mempelajari “Buku Pedoman Berceramah hasil karya Upasaka Li Bing-nan”.  Semakin lama anda membacanya, maka dengan sendirinya anda jadi trampil ketika naik ke pentas. Anda dapat mengamati ketika Guru Li sedang berceramah,  juga boleh mengamati murid-murid lainnya berceramah, siapapun yang berceramah juga boleh dijadikan obyek pembelajaran.

Anda bisa melihat dimana letak kelemahan orang lain, maka diri sendiri bisa mencapai kemajuan, pikirkan apakah sewaktu berada di pentas, diri sendiri juga memiliki kelemahan sedemikian? Melihat kelebihan orang lain, pikirkan apakah sewaktu berada di pentas kita juga memiliki kelebihan sedemikian?  Maka itu orang yang belajar ceramah, asalkan saat diri sendiri sedang berada di bawah pentas, maka tak peduli siapapun yang naik ke pentas, sekalipun itu hanya seorang pemula yang sedang belajar, kita juga harus mendengar ceramahnya. Ini adalah menjalin jodoh Dharma dengan si penceramah, juga menjalin jodoh Dharma dengan vihara,  menjalin jodoh Dharma dengan para pendengar lainnya, dengan demikian jodoh Dharma baru bisa sempurna.

Andaikata orang lain berceramah dan saya tidak suka mendengarnya, dengan demikian ketika sampai giliran saya yang berceramah, tentu saja akan ada sebab akibatnya. Harus memahami kebenaran ini, tak peduli siapapun yang berceramah, kita harus bersukacita mendengarnya, jodoh Dharma baru bisa sempurna.

Giat belajar Dharma maka tidak terpisah dari ajaran sutra, ini amat penting. Intisari ajaran yang dibabarkan Buddha, saya mengikuti Guru Li selama sepuluh tahun, kunci keberhasilannya ada pada “menfokuskan diri pada satu metode, ketulusan sepenuhnya mengundang mujizat”, dua kalimat ini, sepanjang hidupku manfaat yang diperoleh tiada habis-habisnya, harus serius mengamalkannya!

Dalam memperlakukan orang lain dan menangani masalah harus menggunakan ketulusan hati, ketika ketulusan sudah sampai maksimal, inilah yang disebut dengan “ketulusan sepenuhnya”. Bagaimana sikap orang lain kepada kita, tidak ada kaitannya dengan kita, kita harus menggunakan ketulusan dalam berinteraksi dengan orang lain, tak peduli orang lain salah paham atau menfitnah, terserah mereka saja, kita jangan sampai mengubah niat awal, dengan demikian baru akan berhasil.

Orang baik bersikap buruk pada kita, kita tahu bahwa ini adalah salah paham, andaikata dia memahaminya pasti dia akan menghargai. Mengapa demikian? Sepanjang hidup bila dapat bertemu dengan sahabat sejati, betapa sulitnya! Di dalam lautan manusia yang luas ini, siapa yang akan tulus padamu?

Upasaka Li Bing-nan, Master Zhang Jia, Mr.Fang Dong-mei memperlakukan kami dengan ketulusan hati, sepanjang hidup saya amat berterimakasih pada mereka. Mereka benar-benar terpelajar, berbudi luhur, dan tidak terpisah dari ketulusan, tidak terpisah dari “menfokuskan diri pada satu pintu Dharma”, karena dengan terfokus akan menghasilkan pengetahuan, sedangkan dengan ketulusan sepenuhnya akan menghasilkan keluhuran budi, ini adalah menciptakan keberhasilan buat diri sendiri. Maka itu harus melatih diri, jangan diputar oleh kondisi luar.

Ketika masih mengikuti Guru Li belajar di Taichung, mengapa begitu banyak murid-murid lainnya yang mengundurkan diri? Ini karena tidak sanggup menahan diri saat menghadapi kondisi luar, terutama kondisi tidak menyenangkan, dimana orang lain berniat buruk padamu, anda langsung mundur, dengan demikian yang rugi itu adalah diri sendiri.

Kita harus memiliki hati yang pantang mundur, tidak berubah, barulah dapat meraih keberhasilan, tutuplah pintu dan lakukan introspeksi diri, tanyakan pada diri sendiri : “Apakah saya ada bersalah pada orang lain.” Jika tidak ada maka hati kita merasa tenteram. Andaikata orang lain salah paham pada kita, maka dengan seiring berlalunya waktu pasti persoalan akan jelas, mungkin saja memerlukan waktu beberapa tahun, beberapa puluh tahun, pada akhirnya pasti akan jelas.

Memberikan layanan pada orang banyak adalah bentuk pengamalan dari hasil belajar, dengan demikian belajar itu baru berguna. Andaikata tidak ingin memberi layanan pada umum, maka apa yang telah dipelajari jadi tidak berguna, tidak ada tempat untuk menunjukkan prestasi. Maka itu melatih diri itu di mana? Saat enam landasan indria mengadakan kontak dengan enam kondisi luar, di sinilah kita melatih diri, ini barulah ketrampilan melatih diri yang sesungguhnya. Jadi bukan menutup pintu dan duduk bersila menghadap dinding, harus berinteraksi dimana di dalamnya mengembangkan samadhi dan prajna, maka itu kemajuan pengamalan sila, samadhi dan prajna ada di sini.

Sila adalah tahu aturan, sila tidak kaku. Saat bersama dengan orang Tiongkok, maka kita harus beradaptasi dengan budaya Tiongkok; berada bersama orang luar negeri, maka harus beradaptasi dengan budaya setempat, kita harus memahaminya, barulah kita dapat berbaur.

Menurut pandangan orang luar negeri, penduduk Amerika dan Australia tidak sama, konsep mereka juga berbeda, gaya hidup juga tidak sama, cara mereka bersosialisasi juga tidak sama, ini juga perlu dipahami, barulah kita dapat berbaur. Mereka bersukacita berada bersama kita, berinteraksi dengan kita, ini adalah yang paling penting, ini adalah syarat utama dalam menyelamatkan para makhluk.

Andaikata orang lain tidak menyukaimu, membencimu, tidak sudi berteman denganmu, sebagus apapun Buddha Dharma itu, anda juga tak berdaya membimbingnya. Di dalam sutra tercantum bahwa : “Dimanapun Bodhisattva berada, selalu membuat semua makhluk membangkitkan pikiran sukacita”. Ini amat penting!

Maka itu ketika kita menginjakkan kaki di satu tempat, terlebih dulu harus mengenal kebudayaan, adat istiadat dan kebiasaan mereka, belajar dari penduduk setempat, daripada tidak sopan, dengan demikian barulah kita dapat membaurkan diri, sehingga dapat hidup bersama dengan harmonis dan penuh sukacita.    

Catatan :

 Enam landasan indria adalah:
  1.     Mata.
  2.     Telinga.
  3.     Hidung.
  4.     Lidah.
  5.     Badan jasmani.
  6.     Pikiran.

Enam Kondisi Luar adalah :
  1.     Bentuk-bentuk yang dapat dilihat.
  2.     Suara.
  3.     Bau-bauan.
  4.     Rasa.
  5.     Sentuhan, berarti obyek-obyek yang berkontak dengan badan jasmani.
  6.     Dhamma, berarti obyek-obyek yang timbul di dalam pikiran.




問:我們是發心以講經弘法的方式度度他。從理論講,是能常隨師學,當然成就是最快速、最殊勝的。但是現在的困難仍是存在的,譬如出家在僧團當中修,首先就必須為大眾服務,而且能自己有選擇,這也是符合修精神,因為修要徹底破除我、法二執。請開示。

答:這個話靠不住。一天到晚跟在老師旁邊,跟一輩子不能成就的人很多。世尊當年在世,這個例子很多。如何才能成就?百分之百依教奉行的人能成就,不一定是在老師面前就能成就。

學講經,在老師面前是學什麼?學《內典講座之研究》的運用方法,因為這個方法沒有辦法教的。你觀摩的時間愈長,自然在台上就得心應手。你可以觀摩老師講經,也可以觀摩同學講經,任何人講經都是學習的對象。你能看出別人的缺點,自己就進步了,想想自己在台上有沒有這個缺點?看到別人的優點,想想自己在台上有沒有這個優點?所以,學講經的人只要自己沒有講經,無論是什麼人,乃至於初發心、初學的人上台講經,都要去聽。這是跟講經的人結法緣,跟道場結法緣,跟聽眾結法緣,如此法緣才能殊勝。別人講經,我不喜歡去聽,我講經也沒有人來聽,這是因果報應。一定要明白這個道理,不管什麼人講經都歡喜聽,法緣才會殊勝。

常隨佛學,就是不離開經卷,這個重要。佛所講的重要綱領,我跟李老師十年,真正得力的是「一門深入,至誠感通」這兩句話,我這一生受用無窮,要真幹才行!對人對事對物決定用真誠心,真誠到極處就是「至誠」。別人對我們的態度與我不相干,我們一定要以真誠心待人,不管別人誤會或毀謗,隨他如何都好,我們決定不改初心,就成功了。別人對我們的種種,或者是不善的見解,我們曉得這全是誤會,他如果明白就會珍惜。為什麼?人在一生中遇到一個真心對待的朋友,太難得了!這一生中,茫茫大海,哪個人以真誠心待你?李炳南老師、章嘉大師、方東美先生都是以真誠心待我,我一生都感激。他們是真有學問、真有德行,而學問、德行不離真誠,不離一門深入,因為一門深入成就學問,至誠感通成就德行,這是成就自己。所以,一定要修自己,不要被外境所轉。

我在台中跟李老師學習,為何許多同學都被淘汰?就是禁不起外境的影響。特別是逆境,別人以不善的心行來對你,你馬上就退心了,這樣吃虧的是自己。我們必須要不退心、不變心,才會有點成就。我們遇到這種境界,古人教給我們,關起門來反省、檢點自己,捫心自問:「我有沒有對不起別人?」沒有,自己就心安理得。若別人有所誤會,假以時日慢慢自然會化解。這個時間可能要好幾年、幾十年,最後他終歸會明白的。

為大眾服務就是自己修學的落實,如此修學才能起用。若不肯服務大眾,自己所修學的沒有用處,沒有地方表現。所以,修行在何處修?在六根接觸六塵境界裡修行,這是真功夫。不是關著門盤腿面壁,那學不到東西,一定要跟人接觸,在這裡面增長智慧與定功,所以戒定慧三學都在這裡成就。

戒學就是懂得規矩,它是活活潑潑的。我們跟中國人在一起,有中國人的習俗;跟外國人在一起,有外國人的習俗,這些都要懂,才能與他們融成一片。以外國人來看,美國人跟澳洲人就不同,他們的觀念不同,生活方式不同,交際應酬之習尚也不同,這些都要懂得,然後才能與大家融洽在一起。他歡喜跟我們接觸,歡喜跟我們往來,這個最重要,這是度化眾生的首要條件。如果對方不喜歡你、討厭你,不願意跟你往來,佛法再好,你也沒有辦法教給他。經論云:「菩薩所在之處,令一切眾生生歡喜心。」這一條多重要!所以,我們到一個地方,一定要打聽那個地方的風俗習慣,多向當地人請教,以免失禮,我們能入鄉隨俗,就能歡喜和睦相處。21-90-69