Rabu, 01 Januari 2014

Tanya Jawab 30



Tanya Jawab

Umat Bertanya :

Guru, anda selalu bilang bahwa jika memberi persembahan dana kepada vihara atau anggota Sangha harus menggunakan kebijaksanaan; bila vihara tersebut tidak menyebarkan Dharma, anggota Sanghanya kehilangan keyakinan pada Dharma, maka dengan memberi persembahan kepada mereka maka si pemberi dana juga harus bertanggungjawab.

Tetapi anda sendiri juga sering memuji Master Tan Chan yang menyumbangkan vihara, dengan prinsip bahwa “hukum karma ditanggung pelakunya masing-masing”. Anda juga berkata bahwa : “Berbuat kebajikan jangan takut disalahgunakan”.

Andaikata kami menggunakan hati yang menghormati Triratna, tidak mempedulikan keburukan vihara atau anggota Sangha tersebut, walaupun ini tidak sesuai dengan kebenaran, tenggelam dalam kesenangan, saya ingin bertanya apakah kami dapat memupuk jasa kebajikan dengan sempurna?


Master Chin Kung Menjawab :

Jika dapat mengamalkan “tidak melihat kesalahan orang lain”, maka akan memahami bahwa hukum karma ditanggung masing-masing pelakunya, tetapi ini harus ada kebijaksanaan. Jika berbuat jahat dan tidak menuruti Dharma, merusak citra Ajaran Buddha, melakukan karma buruk yang berat, maka jasa kebajikan anda telah sempurna dan terlahir ke Alam Sukhavati, tetapi si penerima yang melakukan karma buruk yang berat pasti jatuh ke tiga alam sengsara, untuk menjaga si penerima, kita juga harus memiliki sedikit hati maitri karuna.

Pendirian masing-masing itu berbeda, Master Tan Chan adalah seorang Bhiksu, vihara yang dia sumbangkan kebanyakan diperuntukan kepada anggota Sangha, vihara tempat pengambilan sila, ini adalah sebuah hati welas asih, sebuah hati balas budi. Dan vihara-vihara yang disumbang Master Tan Chan letaknya berjauhan satu sama lain, sehingga tidak mampu menjaga keseluruhannya, maka itu dikatakan “hukum karma ditanggung masing-masing pelakunya”. Jika sebaliknya letak vihara saling berdekatan, maka dapat sering ke sana dan mengurusnya, tetapi kondisinya tidaklah sedemikian. Maka itu semuanya tidak bisa disamaratakan.

Cara terbaik untuk mendanakan vihara adalah meminjamkan vihara tersebut kepada anggota Sangha atau umat untuk digunakan. Umpamanya, saya mendirikan sebuah vihara, hak milik ada pada saya, anggota Sangha ataupun umat berkeluarga boleh menjadi pengurusnya, saya boleh menyewakan kepada mereka, dan memungut uang sewa sebagai simbolis saja, yakni setahun satu dollar saja, jika mereka mengurus vihara dengan benar maka sewa dilanjutkan, jika malah sebaliknya bertentangan dengan Dharma maka menarik kembali vihara tersebut dari kepengurusan mereka. Dengan cara demikian, kelak juga takkan ada timbul masalah perebutan kepemilikan vihara.     
  


問:師父常說供養道場,供養出家眾要有智慧;若道場不辦道,出家人失去道心,供養者也需要負責任。但是師父又常讚歎談禪法師供養道場,是以「因果各自負責」的態度。又說:「做好事不要怕流弊。」我們若以尊重恭敬三寶之心,不見道場及僧眾過失來供養,即使他們不如法,耽於逸樂,請問我們是否仍能修積圓滿功德?

答:若真做到「不見世間過」,曉得因果各自負責,你的功德是圓滿的,不過這要真正有智慧。若其作惡不如法,破壞佛教形象,造的罪業極重,你的功德雖圓滿可生淨土,但對方造罪極重必墮三途,為顧及對方,我們也得要有一點慈悲心。

各人立場不同,談禪法師是出家人,供養道場多半是其出家寺廟、受戒道場,這是祖庭,這是一份愛心,一份報恩心。而談禪法師供養之道場並不在附近,無法照顧周全,所以說「因果各自負責」。若道場較近,能常去參學並照顧,情況就不是如此。因此,凡事不能一概而論。

供養道場最好的方法,就是將道場借給出家、在家人使用。譬如,我建造一個講堂,講堂產權是我的,出家人或者在家居士在此辦道,我可以租借給他,象徵性的租,一年一塊錢租金,辦得如法就永遠辦下去,辦得不如法就收回。這個作法好,將來不會有爭道場的問題。21-90-46