Jumat, 03 Januari 2014

Tanya Jawab 59



Tanya Jawab

Umat Bertanya :

Anda selalu menasehati agar semua orang dapat menghargai berkah, orang yang memupuk berkah akan bertambah usianya, tetapi ada orang yang jatuh sakit, sementara berkahnya belum habis dinikmati, alhasil dia terbaring di ranjang pesakitan untuk menikmati berkahnya, apakah ini tidak saling bertentangan?


Master Chin Kung Menjawab :

Tidak bertentangan! Saya juga pernah melihat kondisi sedemikian. Ajalnya sudah tiba tetapi pahalanya sangat besar, berkahnya belum habis dinikmati, akhirnya mendapat penyakit pikun lansia, keluarganya harus menggaji tiga kelompok suster yang saling bergantian sebanyak tiga shift untuk merawatnya. Menjaganya hingga 10-20 tahun lamanya, setelah menghabiskan seluruh kekayaan yang ada dalam garis hidupnya barulah dia meninggal dunia.

Ada seorang umat yang keluarganya juga mengalami kejadian serupa, lalu datang dan bertanya padaku, saya menjawab : “Sumbangkan saja seluruh hartanya untuk kegiatan amal. Ini akan menimbulkan dua dampak yakni : yang pertama jika usianya belum habis, penyakitnya segera sembuh, mungkin masih bisa hidup beberapa tahun lagi; yang kedua adalah andaikata usianya sudah habis, maka dia segera meninggal dunia, takkan lagi mengalami penderitaan sakit.

Maka itu menimbun harta adalah karma buruk, di dunia ini betapa banyak orang lain yang hidup dalam kekurangan, sedangkan anda malah menimbun harta dan tidak sudi mendanakannya, betapa besar dosanya! Orang-orang ini tidak memahami kebenaran, maka akan berpikir : “Andaikata seluruh kekayaan telah kusumbangkan, bagaimana dengan keesokan harinya?” Ini karena mereka tidak mengerti kebenaran bahwa semakin banyak berdana semakin banyak yang akan diperoleh.

Sesungguhnya pada masa kehidupan lampau saya tidak memupuk berkah, dalam masyarakat tidak mempunyai kedudukan dan kekayaan. Guru mengajarkan padaku kebenaran ini, saya percaya, saya amat rajin berdana, punya satu sen maka berdana satu sen, ada dua sen maka berdana dua sen, selama 50 tahun ini semakin berdana semakin banyak yang diperoleh.

Kini anda bertanya berapa jumlah kekayaanku, saya sendiri tidak mengetahuinya, saya tidak memiliki angka, semakin berdana semakin banyak, tak peduli apa yang kita lakukan, dengan sendirinya Buddha, Bodhisattva, dewa pelindung Dharma akan membantu, sama sekali tidak perlu merisaukannya, betapa bebas  dan leluasanya!

Mendirikan vihara harus keluar mencari dana, betapa susahnya! Andaikata hari ini memang perlu dana untuk mendirikan sebuah vihara, begitu timbul niat pikiran, maka umat akan segera mengantarkan uang kemari. Berapa jumlah yang akan diantarnya ke sini? Sebanyak dana yang diperlukan untuk membiayai vihara tersebut, sungguh tak terbayangkan! Sedikitpun tidak ada kerisauan! Maka itu, harus yakin pada ucapan Buddha, jika tidak percaya pada ucapan Buddha, maka akan menelan kerugian.

Buat apa kita menikmati uang di ranjang pesakitan? Orang yang membutuhkan bantuan begitu banyak, mengapa tidak mengulurkan tangan untuk memberi bantuan? Diri sendiri juga bisa lebih awal memperoleh pembebasan, pasti terlahir ke alam yang baik; banyak melakukan kebajikan terlahir di surga. Belasan tahun terbaring di ranjang pesakitan, setelah habis menikmati kekayaan sendiri, maka jatuh ke tiga alam penderitaan, ini adalah mementingkan diri sendiri. Kita harus meneladani Buddha dan Bodhisattva, bertindak atas niat sendiri membantu semua makhluk yang menderita.

Sedangkan insan yang menghargai dan memupuk berkah, bagi yang tidak memiliki berkah akan jadi mempunyai berkah, karena dana materi akan memperoleh kekayaan materi. Jika anda tidak memiliki uang untuk didanakan maka anda boleh menjadi relawan, ini adalah dana tenaga, kekayaan yang akan anda peroleh mengungguli dana dalam bentuk materi. Contohnya, anda menjadi relawan, jangan menerima imbalan, anda menyumbangkan tenaga anda. Mengapa menyumbangkan tenaga lebih unggul daripada dana materi? Karena dana materi sifatnya kaku, sedangkan bila anda menjadi relawan dan bersumbangsih seharian, anda tidak hanya mengeluarkan tenaga tetapi juga menggunakan kebijaksanaan, dan yang paling sulit dijumpai adalah anda memiliki ketulusan untuk bersumbangsih pada orang banyak. Maka itu pahalanya mengungguli dana materi.

Dharma dana akan memperoleh kepintaran dan kebijaksanaan. Baik pengetahuan duniawi maupun Buddha Dharma juga sama halnya. Jika kita memiliki sedikit kepandaian, orang lain memerlukannya maka kita harus mengajarinya. Dharma dana berbuah kepintaran dan kebijaksanaan; jika  pelit ilmu,  maka pada kelahiran mendatang akan menjadi bodoh sebagai buah akibatnya.

Saya memiliki kebiasaan yang tidak sama dengan orang lain dalam hal membaca buku, jika di lembaran buku tersebut ada tertulis “hak cipta dilindungi undang-undang, dilarang mencetak kembali”, maka buku sedemikian saya takkan membacanya. Mengapa? Penulisnya tidak memiliki kebijaksanaan, dia tidak sudi berdana, orang yang tidak memiliki kebijaksanaan takkan mampu menulis sesuatu yang bermanfaat, maka itu tidak layak saya menghabiskan banyak waktu dan tenaga untuk membacanya. Semua Sutra Buddha dan Bodhisattva, setiap lembaran akhirnya akan menasehati orang untuk menyebarluaskannya, jasa kebajikan yang tak terhingga!  Sebagian besar buku Buddha Dharma, di belakangnya juga tertulis “silahkan disebarluaskan, jasa kebajikan yang tak terhingga”, orang jaman sekarang malah kebalikannya, justru menulis “hak cipta dilindungi undang-undang, dilarang mencetak kembali”, ini namanya pelit ilmu.

Bagaimana cara untuk membuka kebijaksanaan?  Yakni dengan suka membantu orang untuk membuka kebijaksanaan. Bagaimana caranya jadi kaya? Yakni suka membantu orang lain menjadi kaya. Bagaimana caranya memperoleh kesehatan dan panjang umur? Yakni bersukacita melihat orang lain menjadi sehat dan panjang umur, maka diri sendiri juga akan menjadi sehat dan panjang umur. Pasti harus menggunakan hati yang tulus sepenuhnya, harus melakukan jasa kebajikan yang sempurna, dengan cara ini menanam berkah, dapat mengembangkan kebijaksanaan, memperpanjang umur.

Sesungguhnya usia panjang dan pendek tidak ada bedanya. Insan yang telah tercerahkan, usia bertambah sedikit, maka tinggal di dunia ini bukan untuk diri sendiri; jika demi diri sendiri, usia panjang diri sendiri juga menderita, karena dia mengalami penderitaan usia tua, sakit. Sedangkan usia panjang hanya digunakan untuk bersumbangsih beberapa tahun lagi, hanya demikian saja, usia panjang dan singkat buat apa ditaruh di hati!       
  


問:法師講惜、種的人壽命會增長,但有人壽命到報還沒有享完,臥病在床上享,請問這是否矛盾?

答:不矛盾!確實我見過這種情形。壽命到了,福報很大,福還沒有享盡,結果得老人痴呆症,家裡人要僱三班護士輪流照顧他。照顧了一、二十年,他把命裡所有的錢用光了才離開。學佛的同修中,有人家裡也發生這種情況來問我,我說:「將他的錢財全部捐出去做慈善事業。這會有兩種情況產生:一種是如果他還有壽命,病就好了,可以頤養天年,或者再過三、五年才走;另一種是壽命到了,他立刻就走,不再受這個病苦。」

所以,積財是罪業,世間多少痛苦的人需要錢財,你積財不肯布施,罪過有多大!有些人不懂此理,會想:「我的錢財都用光了,明天我沒有了,怎麼辦?」這是不知道愈用愈多的道理。

實在講,我過去生中沒有修福,在社會上沒有地位與財富。老師教給我的這些道理,我相信,我認真努力做布施,有一分錢布施一分錢,有兩分錢布施兩分錢,這五十年來愈布施愈多。現在你問我有多少錢,我不知道,我沒有數字,我是愈布施愈多。無論做什麼事情,自自然然有佛菩薩與護法神幫助,不用操一點心,這多自在!

建道場要到處化緣,多辛苦!如果今天確實有必要建個道場,念頭一動,人家就把錢送來了。送多少?這個道場需要多少錢,他剛好送那麼多來,不可思議!不用操一點心!所以,一定要相信佛的話,不相信佛的話,吃虧在眼前。
我們何必把錢躺在床上享?世間苦難的人那麼多,為什麼不去幫助別人?自己早一點得解脫,早一點得自在,決定往生善處;好事做多了,可以生天。躺在床上十幾年,將自己的錢享完了,就到三途去了,這是自私自利。我們要學佛菩薩的自動自發,主動去幫助一切苦難眾生。

而惜福、修福的人,若本身沒有福會得福,因為財布施得財富。你沒有錢布施,可以做義工,這是內財布施,你得的財富比外財布施還要殊勝。譬如,你到這裡做義工,不要這份工資,你把勞力在此地布施。為什麼勞力布施比金錢布施還要殊勝?金錢布施是呆板的,而你做一天的義務服務,你不但用體力還用智慧,更難得的是,你有一個真誠心來為大眾服務,所以這個福報比一般財布施當然要殊勝。

法布施得聰明智慧。世出世間法都一樣,如果我們自己有一些法物(凡不是財都屬於法),別人需要,我能送給他,這屬於法布施。法布施能得聰明智慧的果報;如果吝法,來生得愚痴的果報。

我看書的習慣跟別人不同,如果版權頁印著「版權所有,翻印必究」,這本書我不看。為什麼?他沒有智慧,他不肯法布施,沒有聰明智慧的人能寫出什麼好東西,所以不值得我花那麼多時間和精神去讀。佛菩薩的經典,每一部後面都勸人流通,功德無量!一般的佛書,後面也印「歡迎流通,功德無量」,現在人恰恰相反,印上「版權所有,翻印必究」,這是吝法。

如何開智慧?就是歡喜幫助別人開智慧。如何發財?就是歡喜別人都發財。如何得健康長壽?歡喜別人都健康長壽,自己就健康長壽。決定要用真心,決定要做圓滿的功德,你這樣種福,能增長智慧,增長壽命。其實壽命的長短沒有差別,長壽與短壽是一樣的。真正覺悟的人,壽命長一點,住在這個世間不是為自己;為自己,壽命長就辛苦了,因為他受老苦、受病苦。壽命長是為眾生,再多為眾生服務幾年,就是如此而已,壽命的長短又何必放在心上!21-90-63